INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA

Jurnal  : Alat Pengendalian, Evaluasi, dan Sistem Umpan Balik pada Industri Manufaktur dan Jasa oleh Peni Sawitri (2007)

I. Latar Belakang dan Masalah

Pengendalian manajemen telah menjadi salah satu area penting , dalam penelitian perilaku organisasi, sejalan dengan pertumbuhan tekanan ekonomi, iklim industry yang tidak menentu, krisis ekonomi, dan keadaan lingkungan eksternal lainnya seperti konsumen, tingkat persiapan, pasar, pemasok, distributor, sikap masyarakat dan pemerintah.  Studi-studi yang telah ada menemukan bahwa efektivitas pengendalian manajemen yang digunakan dalam organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

II. Tujuan Penelitian

Bertujuan untuk mengetahui perbedaan proses system pengendalian manajemen (SPM) yang difokuskan pada alat pengendalian sebagai atribut SPM yaitu evaluasi dan system umpan balik pada industry manufaktur dan jasa di Jakarta.

III. Metodologi

Variabel

Masa kerja responden dalam menjabat sebagai manajer unit basis dan kelompok usaha tempat responden bekerja

Data

Uji hipotesis dengan ANOVA

Tahapan Penelitian

Pengambilan data melalui survey dengan kuesioner dan melakukan pengujian hipotesis

Model Penelitian

Metode penelitian observasi dan survey

IV. Hasil dan Keputusan

Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara system pengendalian manajemen yang diukur melalui alat pengendalian atau atribut pengendalian, mekanisme evaluasi berdasarkan anggaran dan system umpan balik baik pada kelompok industry manufaktur maupun jasa.  Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Puspa (2000) dan Hofstede (1978) yang menyatakan bahwa system pengendalian akan berbeda untuk organisasi yang berbeda.

V. Saran dan Usulan Lanjutan

Diharapkan penelitian-penelitian di masa yang akan datang sebagai implikasi teoritis dapat menggunakan metode wawancara langsung untuk mengetahui strategi yang diharapkan perusahaan (Simons, 1991), di samping mengatasi masalah bias persepsi responden tentang item pertanyaan sehingga maksud pertanyaan dapat dipahami responden sehingga mendapatkan hasil yang akurat.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s