ANALISA PENGARUH INFLASI TERHADAP JUMLAH UANG BEREDAR, PENGANGGURAN, DAN KINERJA KEUANGAN (JURNAL / BAB I)

Oleh :  Nurul Hidayah (2010)

 

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia menimbulkan permasalahan yang cukup rumit yang telah membuat perekonomian Indonesia yang semula mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, sehingga menimbulkan terjadinya Inflasi.

Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus.  Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi.  Semua Negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini.  Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu Negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu Negara.  Bagi Negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4%/tahun.  Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4% dikatakan tingkat inflasi yang rendah.  Selanjutnya tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan tingkat inflasi yang tinggi.  Namun demikian ada Negara yang menghadapi tingkat inflasi yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inflasi 650%.  Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiperinflasi (hyper inflation).

Inflasi juga berpengaruh terhadap masalah-masalah ekonomi seperti, jumlah uang beredar (JUB), pengangguran, dan kinerja keuangan.

 

1.2 Masalah

Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan (tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi). Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.

Kenaikan yang terjadi karena desakan biaya tersebut dapat juga disebabkan oleh fakor-faktor lain, yaitu sebagai berikut :

  1. Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
  2. Tuntutan kenaikan upah dari pekerja.
  3. Kenaikan harga barang impor.
  4. Penambahan penawaran uang dengan cara mencetak uang baru.
  5. Kekacauan politik dan ekonomi.

 

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh inflasi terhadap jumlah uang beredar (JUB), pengangguran dan kinerja keuangan.

 

1.4 Kerangka Pemikiran

Pengaruh inflasi terhadap jumlah uang beredar (JUB), pengangguran dan kinerja keuangan akan dibahas satu-persatu.

Variable-variable yang digunakan adalah inpendent variable yaitu inflasi dan suku bunga, dan dependent variable yaitu jumlah uang beredar, pengangguran dan rasio keuangan.

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s