Bye..Bye..Baby.. T_T by:detiksport

 

Jakarta – Di lintasan Valencia Valentino Rossi tidak menutup karirnya bersama Yamaha dengan manis. Tapi itu tidak apa-apa karena semua orang tahu ia telah membesarkan Yamaha. Bye Bye, Baby. Bye Bye, Vale.

Selesai sudah masa Rossi dengan Yamaha. Setelah tujuh tahun menunggangi motor tim Jepang itu, mulai musim depan Italiano kelahiran 16 Februari 1979 itu akan “pulang” ke pabrikan negaranya Italia, Ducati.

Rossi bernasib kurang baik di musim penghabisannya bersama Yamaha. Kecelakaan di Mugello di bulan Juni membuatnya absen di empat seri, dan sisa-sisa cedera membuat performanya tidak maksimal. Setelah memenangi seri pembuka di Qatar, Rossi cuma mampu menang satu kali lagi, yakni di seri ke-15 di Sepang, Malaysia.

Di saat bersamaan, rekan setimnya Jorge Lorenzo begitu pesat meningkat. Di musim lalu ia masih ceroboh dan kerap terjatuh dari tunggangannya, kali ini rider Spanyol itu tampil luar biasa.

Lorenzo “menggantikan” Rossi dalam hal dominasi di atas trek,dan juga memberi hiburan tersendiri dengan selebrasi humorisnya setiap memenangi balapan — gaya yang selama ini cuma dimiliki Rossi. Yamaha beruntung memiliki Lorenzo yang telah meningkat itu, karena pada akhirnya, setelah Rossi tidak beruntung, wakil mereka jua yang tetap merengkuh titel juara dunia.

Sebagai momen perpisahan, idealnya Rossi memang bisa mempersembahkan kemenangan buat Yamaha di Valencia. Tapi rekornya di sana tidak terlalu bagus juga. Sejak memenanginya di tahun 2003 dan 2004, ia tak pernah lagi melakukannya.

Tapi paling tidak, pada hari Minggu (7/11/2010) kemarin ia tetap naik podium (nomor tiga), sehingga bisa disaksikan oleh jutaan fansnya di seluruh dunia, betapa ia istimewa buat Yamaha dan begitu menyanyangi tim tersebut.

Rossi membuktikan kecintaannya pada Yamaha dengan menciumi motornya setelah balapan selesai. Ia pun sempat menangis. Yang paling kentara adalah ia memakai jersey kuning — warna favoritnya — dengan bertuliskan Bye Bye, Baby. Baby dalam bahasa Inggris bermakna pula “sayang”. Lihatlah, betapa Rossi memiliki apresiasi yang luar biasa pada tim yang akan ditinggalkannya itu.

Secara adil, Yamaha pun pantas menyebut “baby” pada Rossi. Selama tujuh tahun diperkuat The Doctor, tim ini menjadi kekuatan besar yang konsisten. Ketika Rossi menjadi juara dunia di musim pertamanya bersama Yamaha (2004), itulah kali pertama Yamaha dibawa ke tangga juara oleh seorang pembalapnya sejak Wayne Rainey di tahun 1992.

Rossi adalah pelepas dahaga selama 12 tahun untuk Yamaha, dan sejak itu mereka tak pernah “kehausan” lagi. Dari 2004 gelar juara Yamaha cuma lepas di tahun 2006 dan 2007, ketika titel itu diambil Nicky Hayden (Honda) dan Casey Stoner (Ducati).

Sepanjang karirnya bersama Yamaha, Rossi mengoleksi 46 kemenangan, 29 pole, dan empat gelar juara. Tiga gelar lain dirinya di kelas primer Grand Prix, direngkuh bersama Honda di tahun 2001, 2002, dan 2003.

“Podium tiga adalah bagus untuk mengatakan ‘terima kasih’ buat Yamaha atas tujuh musim yang luar biasa, atas kesenangan-kesenangan yang begitu banyak. Pengalaman yang sungguh-sungguh luar biasa,” demikian kalimat perpisahan Rossi pada timnya itu.

Fans Yamaha dipastikan kehilangan Rossi, tapi untungnya mereka belum betul-betul kehilangan ‘Vale’. Walaupun berkali-kali diisukan bakal hengkang ke Formula 1 atau World Rally Championship, ia sudah memutuskan bertahan di MotoGP. Hanya saja tempatnya bukan lagi di Yamaha melainkan Ducati.

Maka ini cuma sebuah perpisahan “kecil”: Rossi dengan Yamaha. Bye bye Baby. Bye bye, Vale.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s