Consumer Behavior Sessi 9

Proses Psikologis berdasarkan Sikap atau Perilaku

 

Pertimbangan Konsumen dlm Merespon Komunikasi Persuasif

–          Motivasi

–          Ketergugahan

–          Pengetahuan

–          Suasana Hati

–          Ciri Kepribadian

–          Sikap yang Sudah Ada

 

 

Teknik Modifikasi Perilaku

1. DORONGAN prompting

yaitu permintaan untuk melakukan suatu tindakan kepada seseorang.

Barangkali setiap orang yang pernah memesan makanan di restoran fast-food pernah menjumpai dorongan.

Seperti: “Anda mau mencoba Ice Cream dan Cheese kami yang

baru?”

“Anda mau pesan kentang goreng?”

 

2. TEKNIK BANYAK PERMINTAAN many asking

Yaitu mengajukan beberapa permintaan kepada konsumen dengan mengawalinya dari permintaan yang kecil lalu ke permintaan yang lebih besar. Atau sebaliknya, diawali dari permintaan besar kemudian diikuti oleh permintaan lebih kecil.

 

Contoh: Menawarkan produk yang lebih mahal terlebih

dahulu, kemudian menawarkan produk yang lebih murah.

 

3. PRINSIP RESIPROSITAS reprosity

Yaitu teknik meningkatkan kepatuhan konsumen atas permintaan pemasar dengan lebih dahulu menawarkan orang bersangkutan sejumlah hadiah atau sample produk.

 

Contoh: Memberikan sample produk gratis, mencicipi produk, test drive dan sebagainya.

 

4. PERAN KOMITMEN committement

Komitmen yang dipegang secara konsisten akan meningkatkan jumlah pembelian.

Komitmen yang tertulis akan dapat meningkatkan konsistensi dalam bertransaksi.

 

Perusahaan penjualan door to door telah menemukan keajaiban komitmen tertulis. Mereka dapat mengurangitingkat pembatalan hanya dengan meminta pelanggan mengisi formulir perjanjian penjualan (sebagai tanda jadi)

 

5. PELABELAN labeling

Melibatkan pelekatan semacam gambaran pada seseorang, seperti “Anda Baik Hati”.

Label diduga menyebabkan orang memandang diri mereka dengan cara yang disiratkan oleh labelnya. Pelabelan dapat digunakan oleh pemasar untuk menarik

hati calon konsumen, sehingga pembelian terjadi.

 

Pemasar pakaian dapat mengatakan, “Anda orang tua yang penuh perhatian.” di saat menawarkan pakaian untuk anak orang tersebut

 

6. INSENTIF insentif

Insentif mencakup jajaran luas alat-alat promosi, seperti korting harga, undian, rabat, kontes dan kupon. Insentif biasanya mewakili komponen penting dari keseluruhan strategi promosi produk.

 

Contoh:

mainan anak pada produk makanan anak, cairan pewangi pada produk detergen

dan sebagainya

 

Sumber : http://moebarak.files.wordpress.com/2008/03/perilaku-konsumen-sessi-9.pdf

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s