Analisis Fundamental

Analisis Fundamental

Jgn lupa cantumkan sumber kalo mau copy atau share..

Nah ini dia ni..materi paling banyak..jadi sabar2 aja ia 

• Analisis fundamental yaitu analisis data-data masa lalu dari efek yang menitikberatkan pada rasio financial dan kejadian-kejadian yang secara langsung atau gak mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.
• Karakteristik fundamental yaitu investor adalah rasional karena diambil dari laporan keuangan dengan mempelajari hubungan harga saham dengan kondisi pasar.
• Sektor financial jadi primadona saat penurunan atau kembalian dari resesi karena suku bunga mengalami penurunan..
• Kerangka fundamental yaitu:
1. Top down mencakup ekonomi makro, industri dan mikro/perusahaan
2. Laporan keuangan mencakup rasio likuiditas, aktivitas, leverage, profitabilitasdan pasar
3. Sekuritas mencakup DDM/PER
4. Keputusan investasi mencakup buy/hold/sell

• Ekonomi ekonomi  valuasi yang baik  prediksi yang baik  info akurat
• Politic change yaitu menaikkan premi resiko
• Analisis industry mencakup internal dan eksternal (SWOT), product life cycle, karakteristik pasar dan konsentrasi industry.
• Macam-macam industry yaitu:
1. Industry manufaktur yaitu modal meningkat pada kapasitas penuh di puncak siklus perekonomian.
2. Industry konstruksi yaitu terpengaruh saat siklus berakhir
3. Industry alternative yaitu respon beda-beda
4. Industry musiman yaitu makmur saat ekspansi
5. Industru non musiman (defensive) yaitu gak menurun signifikan saat resesi tapi juga gak meningkat tajam saat ekspansi

• Karakteristik saham blue chip antara lain adalah:
1. Reputasi baik dalam arti gak pelit sama pemegang saham
2. Ada catatan pertumbuhan laba dari tahun ke tahun
3. Konsisten dalam memberikan deviden
4. Standar professionalism tinggi
5. Produk/jasa tinggi
6. Good corporate governance baik
7. Usia tua, management matang, pemimpin di industrinya

• Good corporate governance yaitu system mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi semua stockholder untuk dapat informasi benar, akurat dan tepat waktu.
• Prinsip-prinsip good corporate governance adalah keterbukaan, integritas dan akuntabilitas
• Bagi risk averter cocok untuk saham-saham blue chip dan growth stock karena sudah pasti menguntungkan.
• Growth stock yaitu saham yang pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan tsb lebih tinggi dari rata-rata industry.
• Defensive stock yaitu saham yang gak terlalu dipengarui fluktuasi iklim perekonomian seperti saham perusahaan sembako, kosmetika, sigaret dan farmasi.
• Cyclical stock yaitu kebalikan dari defensive yaitu dipengaruhi siklus ekonomi, hari agama, dll.
• Income stock yaitu saham perusahaan dengan deviden tinggi dan rutin.
• Speculative stock yaitu saham perusahaan yang gak mampu mendapatkan laba tapi prospek baik di masa depan..biasanya buat perusahaan baru atau produk baru.
• Junk stock yaitu saham perusahaan yang managementnya gak baik, rugi, banyak utang, harga sahamnya sangat berfluaktif.

Nah sekarang kita masuk ke rumus-rumus..secara fundamental itu berhubungan ama rasio-rasio..jadi ia rumus-rumus..agak banyak ni ..
• Rasio likuiditas berupa:
1. Net working capital  total aktiva lancar – total hutang lancar
2. Current ratio  total aktiva lancar / total hutang lancar
3. Quick ratio  (kas + surat berharga + piutang) / hutang lancar
4. Cash ratio  (kas + surat berharga) / hutang lancar

• Rasio aktivitas berupa:
1. Inventory turnover  HPP / persediaan
2. Account receivable turnover  penjualan / piutang
3. Account payable turnover  pembelian / utang
4. Working capital turnover  penjualan / modal kerja
5. Fixed assets turnover  penjualan / aktiva tetap
6. Total assets turnover  penjualan / total aktiva

• Debt ratio berupa:
1. Debt to total capital  (utang lancar + jangka panjang) / (utang + modal sendiri)
2. Debt equity  (utang lancar + jangka panjang) / modal sendiri

• Rasio profitabilitas:
1. Gross profit margin  laba kotor / penjualan
2. Operating profit margin  laba operasi / penjualan
3. Pre tax margin  EBT / penjualan
4. Net profit margin  laba bersih / penjualan
5. ROA  laba bersih / total aktiva
6. ROE  laba bersih / modal sendiri
• Common stock ratio:
1. EPS  (laba bersih – deviden saham preferen) / total saham beredar
2. PER  harga per lembar saham / EPS
3. PBV  harga per lembar saham / nilai buku saham
4. Book value  share order / outstanding

Nah sekarang kita masuk kemateri nentuin kapan harus beli/tahan/jual..kan inti dari analisis itu ia ini hehe
Sebenernya metodeny banyak..tapi kata kk tutor yg paling gampang itu cost of equity (CAPM)..nih rumusny plus kriteriany buat nentuin kapan buy/hold/sell
• Fair value (nilai instrinsik saham)  deviden tahun depan / (k – growth)
• k  rf + (beta x risk premium)
• growth  (1 – DPR) x ROE
keterangan:
1. deviden tahun depan bisa didapetin di e-bursa  corporate action  historical
2. rf berupa suka bunga BI saat ini
3. beta dan DPR (deviden payout ratio) dapat dilihat di reuters
4. risk premium dapat dilihat di damodar
5. tapi growth juga bisa langsung dapat dilihat di reuters  financial
6. metode ini dapat digunakan dengan syarat DPRnya > 60%
criteria:
jika nilai instrinsik harga pasar saham  buy
• nilai instrinsik adalah nilai yang menentukan harga wajar suatu saham agar harga saham tsb mencerminkan nilai saham yang rill

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s