BAB I

BAB I
PENDAHULUAN

Jgn lupa cantumkan sumber kalo mau copy atau share..

1.1 Latar Belakang Masalah
Pasar modal atau Capital Market merupakan tempat yang mempertemukan antara permintaan dan penawaran dana jangka panjang. Permintaan dana jangka panjang dari perusahaan-perusahaan baik swasta dan pemerintah untuk pembiayaan perluasan usaha atau investasi (Wulandari, 2009).

Objek yang diperdagangkan di pasar modal salah satunya adalah saham. Saham merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang dimana pihak yang memiliki modal yang lebih menginvestasikannya kepada pihak yang kekurangan dana sehingga pihak yang berinvestasi memiliki bagian atas kepemilikan suatu perusahaan. Saham juga merupakan salah satu sekuritas yang mempunyai tingkat resiko cukup tinggi. Resiko ini tercermin dari ketidakpastian keuntungan yang akan diterima oleh investor di masa depan.

Kenaikan atau penurunan harga saham suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor terutama situasi politik, ekonomi maupun keamanan suatu Negara, serta permintaan dan penawaran saham di pasar modal. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga saham adalah inflasi dan BI Rate (suku bunga BI).

Menurut Bank Indonesia, inflasi adalah meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Ada dua cara yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi yaitu Indeks Harga Konsumen dan GDP Deflator. BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik.

Dalam hal investasi jangka panjang, inflasi mampu mempengaruhi perubahan harga saham di pasar modal karena para investor kurang berani untuk menginvestasikan modalnya di pasar modal. Sehingga menyebabkan harga saham mengalami penurunan. Bank Indonesia pada umumnya akan menaikkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan melampaui sasaran yang telah ditetapkan, sebaliknya Bank Indonesia akan menurunkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan berada di bawah sasaran yang telah ditetapkan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hernita Febriani (2010) tentang analisis pengaruh inflasi terhadap harga saham PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. periode 2007-2009 diperoleh hasil bahwa berdasarkan uji hipotesis Ho diterima dimana inflasi tidak mempengaruhi harga saham PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, sebab t-hitung (-5.097) lebih kecil dari t-tabel (2.032) dan memiliki hubungan (r) -0.658 dan (r2) 0.433 yang berarti hubungan inflasi dengan harga saham berkorelasi negatif kuat dan inflasi mempengaruhi harga aham sebesar 43.3% sedangkan sisanya 56.7% dipengaruhi faktor lain.

Berdasarkan permasalahan di atas, penulis ingin melalukan penelitian untuk mengetahui lebih jelas dengan judul: “ANALISIS PENGARUH INFLASI DAN BI RATE TERHADAP HARGA SAHAM PT. INDOCEMENT TUNGGAL PERKASA TBK. PERIODE 2006 – 2010”

1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Dalam perumusan masalah ini, penulis akan mengemukakan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan latar belakang masalah, yaitu sebagai berikut :
1. Apakah Inflasi dan BI Rate berpengaruh secara simultan terhadap harga saham PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.?
2. Apakah Inflasi dan BI Rate berpengaruh secara parsial terhadap harga saham PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.?
Dalam penulisan ilmiah ini, penulisan membatasi permasalahan pada inflasi dan BI rate tahun 2006 – 2010 serta tingkat harga saham PT. Indocement Tunggal Perkasa periode 2006 -2010. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh inflasi dan BI rate terhadap harga saham melalui uji regresi linier bergandana, uji korelasi, uji kesalahan standar estimasi, uji (t), uji (f) dan determinasi (R2). Serta menggunakan software statistic SPSS.

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Mengetahui pengaruh Inflasi dan BI Rate secara simultan terhadap harga saham PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.
2. Mengetahui pengaruh Inflasi dan BI Rate secara parsial terhadap harga saham PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.

1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penulisan ini antara lain:
1. Manfaat Akademis
Secara akademis penelitian ilmiah ini mampu memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pengaruh inflasi dan BI rate terhadap harga saham PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.

2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak manajemen perusahaan sebagai masukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan mengetahui mengenai pengaruh inflasi dan BI rate terhadap harga saham PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.

1.5 Metodologi Penelitian
1.5.1 Objek Penelitian
Objek penelitian yang digunakan pada penulisan ilmiah ini adalah PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.

1.5.2 Data / Variabel
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan data sekunder PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk. Data yang diambil berupa data tingkat inflasi dan BI rate tahun 2006 – 2010 dan tingkat harga saham yang dipublikasikan melalui http://www.bi.go.id dan http://www.yahoofinance.com.
Dan variabel yang digunakan yaitu:
1. Variabel bebas (Independent variable) adalah variabel yang terjadi dan merupakan pendugaan dari adanya sebab yang diperkirakan. Dalam penelitian ini, inflasi dan BI rate merupakan variabel bebas yang dituliskan sebagai variabel X.
2. Variabel tidak bebas (Dependent variable) adalah variabel yang terjadi kemudian akibat yang diperkirakan atau variabel yang diduga nilainya. Dalam penelitian ini harga saham sebagai variabel tidak bebas yang dituliskan sebagai variabel Y.

1.5.3 Metode Pengumpulan Data / Variabel
Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu berupa penelitian kepustakaan, dilakukan utntuk mencari informasi-informasi dengan mempelajari buku-buku dan artikel-artikel lain baik dari koran maupun internet yang berhubungan dengan masalah-masalah yang dibahas.

1.5.4 Hipotesis
Hipotesis yang ditetapkan (Ho) menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, sedangkan hipotesis alternative (Ha) yang ditetapkan menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hipotesis yang ditetapkan sebagai berikut:
a. Hipotesis Simultan
Ho : tidak ada hubungan yang signifikan dan positif antara inflasi dan BI rate terhadap harga saham.
Ha : ada hubungan yang signifikan dan positif antara inflasi dan BI rate terhadap harga saham.

b. Hipotesis Parsial
1. Ho1 : tidak ada hubungan yang signifikan dan positif antara inflasi terhadap harga saham.
Ha1 : ada hubungan yang signifikan dan positif antara inflasi terhadap harga saham.
2. Ho2 : tidak ada hubungan yang signifikan dan positif antara BI rate terhadap harga saham.
Ha2 : ada hubungan yang signifikan dan positif antara BI rate terhadap harga saham.

1.5.5 Alat Analisis yang Digunakan
Untuk menguji hipotesis dilakukan secara kuantitatif guna untuk menghitung apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara inflasi dan BI rate terhadap tingkat harga saham.. Adapun alat analisis yang digunakan sebagai berikut:
1. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik
Digunakan untuk mengetahui apakah terjadi penyimpangan asumi atau variabel telah memenuhi persyaratan asumsi. Pengujian asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas.
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Digunakan untuk mencari nilai persamaan regresi yang digunakan untuk mengukur tingkat variabel dependen (Y) berdasarkan dua atau lebih variabel independen (X) serta taksiran perubahan variabel dependen (Y) untuk setiap satuan variabel independen (X).
3. Koefisien Korelasi
Digunakan untuk mengetahui hubungan inflasi dan BI rate terhadap harga saham PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.
4. Koefisien Determinasi (R2)
Digunakan untuk menjelaskan seberapa besar variabel independen (X) mampu memjelaskan perubahan atau pengaruh yang terjadi pada variabel dependen (Y).
5. Kesalahan Standar Estimasi
Digunakan untuk mengukur besarnya ketepatan nilai variabel yang sesungguhnya. Makin besar kesalahan standar estimasi makan semakin rendah ketepatan dalam menjelaskan nilai variabel.
6. Uji t (t-test) dan Uji Anova (F-test)
Digunakan untuk menguji hipotesis apakah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y) baik secara parsial maupun simultan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s