BAB III

BAB III
METODE PENELITIAN

Jgn lupa cantumkan sumber kalo mau copy atau share..

3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian yang digunakan pada penulisan ilmiah ini adalah PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk. (“Indocement”) adalah salah satu produsen utama di Indonesia semen kualitas dan produk khusus semen dipasarkan dengan nama merek “Tiga Roda” yang telah berdiri sejak 16 Januari 1985 dan telah go public pada 5 Desember 1989.

3.2 Data / Variabel
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan data sekunder PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk. Data yang diambil berupa data tingkat inflasi dan BI rate tahun 2006 – 2010 dan tingkat harga saham yang dipublikasikan melalui http://www.bi.go.id dan http://www.yahoofinance.com.
Dan variabel yang digunakan yaitu:

1. Variabel bebas (Independent) adalah variabel yang terjadi dan merupakan pendugaan dari adanya sebab yang diperkirakan. Dalam penelitian ini, inflasi dan BI rate merupakan variabel bebas yang dituliskan sebagai variabel X.
2. Variabel tidak bebas (Dependent) adalah variabel yang terjadi kemudian akibat yang diperkirakan atau variabel yang diduga nilainya. Dalam penelitian ini harga saham sebagai variabel tidak bebas yang dituliskan sebagai variabel Y.

3.3 Metode Pengumpulan Data / Variabel
Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu berupa penelitian kepustakaan, dilakukan utntuk mencari informasi-informasi dengan mempelajari buku-buku dan artikel-artikel lain baik dari koran maupun internet yang berhubungan dengan masalah-masalah yang dibahas.

3.4 Hipotesis
Hipotesis yang ditetapkan (Ho) menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, sedangkan hipotesis alternative (Ha) yang ditetapkan menunjukkan adanya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hipotesis yang ditetapkan sebagai berikut:
Hipotesis Simultan
Ho : tidak ada hubungan yang signifikan dan positif antara inflasi dan BI rate terhadap harga saham.
Ha : ada hubungan yang signifikan dan positif antara inflasi dan BI rate terhadap harga saham.

Hipotesis Parsial
Ho1 : tidak ada hubungan yang signifikan dan positif antara inflasi terhadap harga saham.
Ha1 : ada hubungan yang signifikan dan positif antara inflasi terhadap harga saham.
Ho2 : tidak ada hubungan yang signifikan dan positif antara BI rate terhadap harga saham.
Ha2 : ada hubungan yang signifikan dan positif antara BI rate terhadap harga saham.

3.5 Alat Analisis yang Digunakan
Untuk menguji hipotesis dilakukan secara kuantitatif guna untuk menghitung apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara inflasi dan BI rate terhadap tingkat harga saham.. Adapun alat analisis yang digunakan sebagai berikut:.

1. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik
Digunakan untuk mengetahui apakah terjadi penyimpangan asumi atau variabel telah memenuhi persyaratan asumsi. Pengujian asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas.
2. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi terdistribusi normal. Salah satu cara untuk melihat apakah data terdistribusi normal atau tidak dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari ditribusi normal.
Distribusi normal akan membentuk garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dengan garis diagonal. Jika terdistribusi normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.

3. Uji Multikolinieritas
Uji mulitikolinieritas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Konsekuensi adanya multikolinieritas adalah koefisien korelasi variabel tidak tertentu dan kesalahan sangat besar atau tidak terhingga.
Ada beberapa metode uji multikolinieritas, yaitu (Duwi:2009):
A. Dengan membandingkan nilai koefisien determinasi individual (r2) dengan nilai determinasi secara serentak (R2).
Kriteria pengujiannya sebagai berikut:
Jika r2 > R2, maka terjadi multikolinieritas.
Jika r2 < R2, maka tidak terjadi multikolinieritas
B. Dengan melihat nilai tolerance dan infalation factor (VIF) pada model regresi.
Variabel yang menyebabkan multikonilieritas dapat dilihat dari nilai tolerance yang lebih kecil daripada 0,1 atau nilai VIF yang lebih besar daripada nilai 10.

4. Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik autokorelasi, yaitu korelasi yang terjadi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi adalah tidak adanya autokorelasi dalam model regresi.
Uji Durbin-Watson digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan mensayratkan adanya konstanta dalam model regresi dan tidak ada variabel lag diantara variabel independen (Imam:2006).
Pengambilan ada atau tidaknya autokorelasi dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 3.1
Pengambilan Keputusan Autokorelasi
Hipotesis nol Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dl
Tidak ada autokorelasi positif No decision dl  d  du
Tidak ada korelasi negatif Tolak 4 – dl < d < 4
Tidak ada korelasi negatif No decision 4 – du  4  4 – dl
Tidak ada autokorelasi,
Positif atau negatif Tidak ditolak du < d < 4 – du
Sumber: aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS

5. Uji Heterokedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Syarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas.
Dasar analisis atau asumsi terjadi heterokedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas yaitu:

Jika ada pola tertentu, seperti membentuk pola yang teratur misalnya bergelombang, melebar kemudian menyempi) maka diindikasikan telah terjadi heterokedastisitas.

Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

6. Analisis Regresi Linier Berganda
Adalah suatu metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah variabel tidak bebas (Y) dipengaruhi oleh variabel besas (X), dimana variabel yang akan digunakan lebih dari satu variabel.
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mencari nilai persamaan regresi yang digunakan untuk mengukur tingkat variabel Y berdasarkan beberapa tingkat variabel X serta taksiran perubahan variabel Y untuk setiap satuan variabel X.

7. Analisis Korelasi Sederhana
Koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.

Keterangan:
Nilai r paling kecil adalah -1 dan paling besar adalah 1 (-1 < x < 1).
Jika, r = 1, maka hubungan antara X dan Y sempurna dan positif
r = -1, maka hubungan antara X dan Y sempurna dan negatif
r = 0, maka hubungan antara X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan

Dimana:
Korelasi positif (+) berarti jika variabel X mengalami kenaikan, maka variabel Y akan mengalami kenaikan pula dan begitu juga sebaliknya.
Korelasi negative (-) berarti jika variabel X mengalami kenaikan, maka variabel Y akan mengalami penurunan dan begitu juga sebaliknya.

Untuk memudahkan melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel penulis memberikan kriteria sebagai berikut (Farhah:2010):
0 < r < 0.2 maka, hubungan antara X dan Y sangat lemah
0.2 < r < 0.4 maka, hubungan antara X dan Y lemah
0.4 < r < 0.7 maka, hubungan antara X dan Y kuat
0.7 < r < 0.9 maka, hubungan antara X dan Y sangat kuat
0.9 < r t-tabel, maka Ho ditolak
Jika t-hitung F-tabel, maka Ho ditolak
Jika F-hitung < F-tabel, maka Ho diterima

F-hitung dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:
F-hitung= (R^2/k)/(((1-R^2 ))/((n-k-1)))
Keterangan:
R2 = koefisien determinasi
n = jumlah observasi
k = jumlah kolom atau variabel

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s